• Ming. Sep 25th, 2022

Bakamla RI Partisipasi pada Latihan Sea Lion SAR Avitex Turkish Coast Guard

Bakamla RI Partisipasi dalam Latihan Sea Lion SAR Avitex Turkish Coast Guard
Share
featured ads

Bhinnekanews.id, Jakarta – Bakamla RI berperan sebagai observer pada Latihan Sea Lion SAR Avitex di Turki bersama 15 negara observer lainnya”. Demikian dikatakan Pranata Humas Ahli Madya Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla., di Jakarta, Senin (16/5/2022).

Latihan yang dilaksanakan pada 11 s.d 13 Mei 2022 itu diinisiasi oleh Turkish Coast Guard. Bakamla RI hadir mewakili Indonesia dalam latihan ini. Perwakilan Bakamla RI, Kepala Subdirektorat Rencana Latihan Kolonel Dudik Kiswoyo menyaksikan langsung bentuk latihan Sea Lion SAR Avitex melalui scenario simulasi secara realtime.

featured ads

Kehadiran Bakamla RI merupakan bentuk hasil kerja sama antara Bakamla RI dan Turkish Coast Guard dalam upaya peningkatan saling percaya dan kesepahaman.

Baca juga:  Patroli Malam KN. Ular Laut-405 Bakamla RI Mengusir Kapal Yunani

Maksud dan tujuan dilaksanakan latihan Sea Lion SAR Avitex oleh Turkish Coast Guard di hadapan 15 delegasi negara termasuk perwakilan dari Bakamla RI adalah untuk memvalidasi kesiapan respon terhadap insiden kecelakaan laut, mensinergikan operasi SAR terhadap insiden laut dengan instansi mitra terkait dan untuk mengindetifikasi dan mengatasi hal tersebut.

Acara diikuti dengan penuh antusias peserta yang hadir. Keseriusan Turkish Coast Guard dalam latihan ini tampak luar biasa dengan banyaknya unsur yang terlibat. Tampak unsur helikopter dari Turkish Air Force, Army dan Jandarma dilibatkan. Dan kemudian, terhitung ada 11 unsur kapal dari Turkish Coast Guard.

Baca juga:  Hari Ke-18 TMMD 113 Kodim 0203/Langkat, Pembukaan Jalan Capai 85%

Kolonel Dudik mengatakan Indonesia dan Turki memiliki hubungan yang harmonis, tidak saja dalam konteks negara bahkan antar coast guardnya.

Hal ini dapat dipahami karena Coast Guard Indonesia (Bakamla) dan Turki menghadapi tantangan yang sama, memiliki choke point strategis yaitu Selat Bosphorus di Turki dan Selat Malaka serta Sunda di Indonesia, juga tingkat penyelundupan yang tinggi, dan tingginya angka kecelakaan di laut.

“Kesamaan ini menjadi peluang yang baik untuk dapat saling berbagi pengalaman dalam rangka capacity building,” ucap Kolonel Dudik.

Autentikasi: Pranata Humas Ahli Madya Kolonel Bakamla Dr. Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla.

(BN/Ad)

featured ads

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.