MEDAN, – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengusulkan alokasi anggaran sebesar 35 persen dari total anggaran daerah untuk pembangunan Medan bagian utara. Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya mempercepat pembenahan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir, termasuk Kecamatan Medan Belawan.
Komitmen itu disampaikan Rico saat memimpin kegiatan gotong royong sekaligus menyapa warga di Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan rutin setiap Sabtu tersebut dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi lingkungan dan menyerap aspirasi masyarakat.
Di tengah persoalan banjir pasang atau rob yang masih menghantui kawasan Belawan, Rico mengakui masih banyak pekerjaan yang perlu dituntaskan, mulai dari perbaikan jalan, penanganan banjir, hingga peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Kita lihat kondisi Belawan saat ini masih butuh banyak perbaikan. Kondisi jalan yang rusak, banjir, hingga masalah kesehatan dan pendidikan. Permasalahan ini akan kita selesaikan secara bertahap melalui program jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Rico.
Untuk mempercepat pembangunan di kawasan Medan Utara, ia mengatakan Pemko Medan telah mengusulkan kepada DPRD Kota Medan agar 35 persen anggaran daerah dialokasikan secara khusus bagi pembangunan kawasan tersebut.
“Kami sudah usulkan ke DPRD agar ada anggaran wajib 35% difokuskan untuk pembangunan Medan bagian utara,” tegasnya.
Menurut Rico, perhatian terhadap Medan bagian utara diperlukan mengingat kawasan tersebut masih menghadapi berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara bertahap melalui program pembangunan yang terencana.
Bansos hingga Penanganan Banjir Rob Jadi Keluhan Warga
Dalam dialog bersama masyarakat, Rico menerima beragam keluhan, mulai dari bantuan sosial (bansos), kondisi jalan, lampu penerangan jalan, persoalan ketenagakerjaan, pelayanan kesehatan, hingga penanganan banjir rob yang belum tuntas.
Menanggapi persoalan bantuan sosial, Rico langsung menginstruksikan Kepala Dinas Sosial Kota Medan untuk melakukan pendataan ulang terhadap warga yang belum menerima bantuan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).
Pendataan tersebut diharapkan dapat memastikan warga yang memenuhi persyaratan memperoleh akses terhadap program bantuan sosial, termasuk PKH Medan Makmur.
Perhatian Rico juga tertuju kepada seorang warga bernama Yeni, seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Dalam pertemuan itu, Yeni menyampaikan keluhannya karena belum mendapatkan bantuan sosial.
Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut ketika Yeni menyampaikan kondisinya kepada wali kota. Rico kemudian meminta Dinas Sosial Kota Medan segera memeriksa data Yeni agar status dan kelayakannya sebagai penerima bantuan dapat dipastikan.
Pemko Medan Rencanakan Penambahan SMP di Belawan
Selain persoalan kesejahteraan masyarakat dan infrastruktur, Rico turut menyampaikan rencana penambahan satu unit sekolah menengah pertama (SMP) baru di wilayah Belawan.
Rencana tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan Pemko Medan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di kawasan Medan Utara.
Rico menegaskan, pembangunan Belawan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan jalan dan penanganan banjir rob, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan gotong royong dan dialog bersama warga itu ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat Belawan yang membutuhkan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemko Medan berupaya menyerap langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memetakan persoalan yang memerlukan penanganan. Sementara itu, usulan alokasi anggaran 35 persen untuk pembangunan Medan bagian utara masih memerlukan pembahasan bersama DPRD Kota Medan sebelum dapat ditetapkan dalam kebijakan anggaran daerah.






