Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

 

Jakarta, BHINNEKANEWS – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi _keynote speaker_ dalam Seminar Nasional Pertanahan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) pada Kamis (08/10/2026) secara daring. Di kesempatan ini, ia mengingatkan akan pentingnya integrasi data hak atas tanah, tata ruang, dan nilai tanah untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan tata ruang dan wilayah.

 

“Ketika kita memiliki satu peta tanah, kita mengetahui status haknya, kita mengetahui pemanfaatannya, rencana tata ruangnya, infrastrukturnya, serta informasi mengenai nilai tanahnya secara sama. Inilah yang kita sangat harapkan. Dari _One Map_ menjadi _One Parcel_, dan kemudian menjadi _One Integrated Land Information Ecosystem_,” ujar Wamen Ossy dalam seminar bertajuk Peran Penilai dalam Solusi Permasalahan Tata Ruang dan Wilayah, Kesenjangan Data Nilai Tanah, dan Kepentingan One Map Policy.

 

Menurut Wamen Ossy, integrasi tersebut dibutuhkan karena data hak, ruang, dan nilai tanah masih terlalu sering berjalan dalam sistem dan basis data masing-masing. Padahal, ketiganya bertemu pada bidang tanah yang sama. Kondisi tersebut juga perlu diantisipasi karena nilai tanah dapat berubah ketika terjadi perubahan aksesibilitas, pembangunan infrastruktur, aktivitas ekonomi, maupun tata ruang di suatu wilayah.

 

“Tanahnya tidak berpindah. Luasnya juga tidak berubah. Tetapi, nilai ekonominya dapat berubah secara drastis karena nilai tanah bukan sekadar angka rupiah per meter persegi. Nilai tanah merupakan hasil interaksi lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, tata ruang, aktivitas ekonomi, kepastian hukum, dan lain-lain,” jelas Wamen ATR/Waka BPN.

 

Dalam kondisi tersebut, Wamen Ossy menilai profesi penilai memiliki peran strategis untuk menjelaskan perubahan nilai tanah sekaligus faktor yang mempengaruhinya. Dengan dukungan data yang terintegrasi, informasi nilai tanah tidak hanya digunakan untuk mengetahui besaran nilai suatu bidang, namun juga untuk membaca perkembangan kawasan, melihat dampak pembangunan infrastruktur, dan memahami konsekuensi ekonomi dari suatu keputusan tata ruang.

Baca Juga:  Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Terima Audiensi Pengurus Baru Federasi Akuatik Indonesia MEDAN, BLINKISS – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B, menerima audiensi pengurus baru Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kota Medan periode 2025–2029, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru FAI Kota Medan setelah resmi dilantik. Dalam kesempatan itu, pengurus FAI juga memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan untuk mendorong kemajuan olahraga akuatik di Kota Medan. Salah satu program yang disampaikan adalah rencana penyelenggaraan Medan Open Aquatik Championship (MOAC) 2026. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus sarana menjaring bibit atlet renang berprestasi. Ketua FAI Kota Medan, Tiopan Saut Maruli Munte, S.Pd., Gr., mengatakan audiensi tersebut bertujuan mempererat sinergi dengan DPRD Kota Medan sekaligus meminta dukungan terhadap program pembinaan olahraga akuatik. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta DPRD diperlukan agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Ia berharap pembinaan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Medan di tingkat provinsi maupun nasional. Sementara itu, Wong Chun Sen menyambut baik kedatangan jajaran pengurus FAI Kota Medan. Ia mengapresiasi semangat kepengurusan baru dalam mengembangkan olahraga renang dan cabang olahraga akuatik lainnya. Wong berharap FAI Kota Medan terus meningkatkan pembinaan atlet serta menghadirkan kompetisi yang dapat mendorong peningkatan prestasi olahraga di Kota Medan. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara DPRD Kota Medan dan FAI Kota Medan dalam mendukung perkembangan olahraga akuatik di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

 

“Jangan sampai kita memiliki peta hak yang baik, peta tata ruang yang baik, peta nilai tanah yang baik, tapi ketiganya hidup di dunia yang berbeda, terfragmentasi di sana-sini. Ketika ketiganya dapat terhubung, kita tidak hanya akan mengetahui di mana tanah berada, tetapi juga siapa yang memiliki hak, apa yang dapat dilakukan di atasnya, dan bagaimana nilai ekonominya berkembang,” pungkas Wamen Ossy.

 

Dalam seminar yang digelar secara daring ini, turut hadir Direktur Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan, Kementerian Keuangan RI, Erawati yang juga menjadi pembuka acara. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari sejumlah kementerian/lembaga, Anggota MAPPI dan perwakilan pemerintah daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *