MEDAN, – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Datuk Iskandar Muda, menyoroti antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta Pertamina segera mengevaluasi distribusi BBM agar masyarakat tidak terus dirugikan.
Menurut Datuk Iskandar Muda, persoalan antrean BBM bukan sekadar menyangkut ketersediaan bahan bakar, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis, aktivitas sosial, dan perekonomian masyarakat.
Warga terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan hingga malam hari, untuk mendapatkan BBM yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Yang paling memprihatinkan adalah kondisi psikologis masyarakat Medan yang terus disusahkan. Mereka harus mengantre hingga malam, kehilangan waktu bersama keluarga, kelelahan, dan pada akhirnya aktivitas ekonomi maupun pekerjaan ikut terganggu. Ini tentu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa,” ujarnya, Rabu (14/7/2026).
Ia juga menilai antrean panjang di SPBU berpotensi memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan. Akibatnya, masyarakat yang tidak sedang mengisi BBM pun ikut terdampak karena harus menghadapi kepadatan lalu lintas.
Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat menghambat produktivitas warga serta mengganggu kelancaran aktivitas publik di Kota Medan.
Datuk Iskandar Muda menduga persoalan tersebut berkaitan dengan tata kelola distribusi BBM yang belum berjalan optimal. Karena itu, ia meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab antrean dan segera mengambil langkah perbaikan.
“Kalau memang penyebabnya adalah salah kelola distribusi, maka itu harus segera dibenahi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya manajemen distribusi. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan alasan, tetapi solusi yang cepat dan nyata,” tegasnya.
Selain meminta Pertamina melakukan pembenahan, ia juga mendorong Pemerintah Kota Medan agar terus berkoordinasi dengan Pertamina dan seluruh pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan kelancaran distribusi BBM sekaligus mengantisipasi dampak terhadap mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Ia berharap pasokan dan distribusi BBM segera kembali normal sehingga antrean panjang di SPBU dapat diatasi dan kemacetan yang ditimbulkan berkurang.
“Jangan biarkan warga terus menanggung kerugian. Distribusi BBM harus segera dipulihkan agar antrean hilang, kemacetan berkurang, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya.






