Dari Sidang DPRD Medan, Pemko Simak Pesan Prabowo soal Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

MEDAN, BHINNEKANEWS – Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi menjadi salah satu poin yang disimak jajaran Pemerintah Kota Medan saat mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dalam rangka menyaksikan secara langsung Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen. Kegiatan juga dihadiri unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah serta camat se-Kota Medan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah sekaligus kondisi ekonomi nasional di tengah situasi geopolitik dan perang dagang global.

Presiden menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I dan semester I 2026. Angka tersebut disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat melampaui 5,4 persen dan mencapai target 6 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, investasi juga menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Pada 2025, investasi tercatat mencapai Rp1.931 triliun dengan penyerapan 2,7 juta tenaga kerja.

Sementara pada semester I 2026, nilai investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan menjadi tujuan akhir. Pemerintah, kata dia, harus memastikan berbagai capaian tersebut berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan investasi yang meningkat bukanlah tujuan utama. Tujuan akhir dari berbagai program pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Prabowo.

Selain persoalan ekonomi, Presiden juga menyampaikan perkembangan sejumlah program prioritas nasional, di antaranya Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah juga melakukan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pembentukan Danantara.

Dalam pidatonya disebutkan, sebanyak 290 BUMN yang dinilai tidak produktif telah ditutup. Langkah tersebut disebut mampu menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun, dengan potensi penghematan mencapai Rp70 triliun pada akhir 2026.

Pidato Kenegaraan tersebut disampaikan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Bagi Pemerintah Kota Medan, kehadiran dalam rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari agenda kenegaraan sekaligus momentum untuk menyimak arah kebijakan pemerintah pusat yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *