MEDAN, BHINNEKANEWS – Semangat dan kekompakan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan Tuntungan mendapat perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Para siswa dinilai mulai mampu beradaptasi dan berani membangun cita-cita untuk masa depan.
Hal itu terlihat saat Rico Waas mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan II, Medan Tuntungan, Rabu (28/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Rico meninjau fasilitas sekolah sekaligus melihat langsung aktivitas para siswa setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Rico melihat para siswa tampil kompak saat mengikuti kegiatan di lapangan. Ia juga menyaksikan gerakan Paskibra serta berinteraksi langsung dengan para siswa.
Menurut Rico, perubahan sikap para siswa cukup terlihat dibandingkan saat awal pembentukan Sekolah Rakyat. Para siswa yang sebelumnya masih ragu kini mulai menunjukkan kepercayaan diri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Anak-anaknya saya melihat semangatnya penuh dan sangat kompak. Padahal ada yang baru masuk, bukan murid yang existing, tapi adaptasinya cepat sekali,” ujar Rico.
Ia mengatakan, para siswa kini sudah memiliki gambaran mengenai cita-cita yang ingin diraih. Ada yang ingin menjadi Kowad, tentara, polisi, hakim hingga pengusaha.
Rico pun meminta para siswa terus mengejar cita-cita dan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah diberikan.
“Kejar cita-cita setinggi-tingginya dengan fasilitas yang sudah diberikan ini. Tetap semangat, jaga kekompakan, dan jadilah kebanggaan keluarga,” pesannya.
Didampingi Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia Nasution serta Kadis SDABMBK Khairul Azmi, Rico menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional Presiden RI Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan dan fasilitas yang baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu secara finansial.
Rico juga meminta para guru memberikan pendampingan kepada siswa dengan pendekatan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
“Kepada para guru, kami titipkan anak-anak ini. Berikanlah pengajaran dengan hati, rasa kekeluargaan yang erat, dan kualitas pendidikan yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Syahripal Syahputra, mengatakan sekolah tersebut kini telah menggabungkan siswa dari berbagai lokasi rintisan sebelumnya dalam satu kawasan terpadu.
Sekolah itu menyediakan fasilitas pendidikan untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Selain ruang belajar, kawasan sekolah juga dilengkapi aula utama dan masjid yang masing-masing memiliki kapasitas 1.080 orang, serta ruang ibadah bagi siswa Kristiani.
Fasilitas lainnya meliputi asrama siswa putra dan putri, asrama tenaga pengajar, ruang makan bersama, lapangan olahraga mini soccer serta guesthouse.
Setelah menyelesaikan MPLS, para siswa juga mengikuti program pembentukan karakter dan kedisiplinan yang dibina Taruna Akademi Militer melalui program Bakti Taruna 2026. Pembinaan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (7/8).
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menyediakan 18 rombel untuk SD, sembilan rombel SMP dan sembilan rombel SMA.
Sebanyak 270 siswa baru tercatat bergabung pada tahun ajaran tersebut, ditambah 200 siswa dari tahun ajaran sebelumnya yang kini telah terintegrasi dalam satu kawasan sekolah.






