Kembali Panen Sawi Hidroponik Wujud Nyata Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Rutan Tanjung Pura Dilahan SAE

Tanjung Pura – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan panen sawi hidroponik yang dibudidayakan di area lahan ketahanan pangan rutan. Kegiatan ini merupakan hasil karya warga binaan yang telah dilibatkan secara langsung sejak tahap penyemaian, perawatan, hingga masa panen. Pelaksanaan panen berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme di bawah pengawasan petugas. Kamis (01/10)

Budi daya sawi dengan sistem hidroponik merupakan salah satu bagian dari program ketahanan pangan Rutan Tanjung Pura. Selain hidroponik, program ini mencakup peternakan kambing, ayam, dan bebek, serta budi daya ikan lele dan ikan nila. Sistem hidroponik dipilih karena efisien dalam pemanfaatan lahan dan air, tidak memerlukan media tanah, serta menghasilkan sayuran yang segar, bersih, dan layak dikonsumsi. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pertanian modern yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Hasil panen sawi hidroponik ini selanjutnya akan dibagikan kepada warga binaan sebagai tambahan asupan sayuran segar. Pembagian tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menumbuhkan rasa bangga atas hasil jerih payah mereka sendiri. Setelah masa panen ini, tanaman sawi nantinya akan diganti dengan sayuran dari komoditas lain, sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan warga binaan memperoleh pengalaman membudidayakan beragam jenis tanaman. Dengan demikian, program ketahanan pangan tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari di dalam rutan.

Melalui kegiatan ini, Rutan Tanjung Pura menegaskan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada pembekalan keterampilan. Ke depan, rutan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, baik dari segi jenis tanaman maupun kapasitas produksi, sehingga warga binaan semakin terampil, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *